Tampilkan postingan dengan label UML. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UML. Tampilkan semua postingan

26 Juni 2011

Pengertian Sequence Diagram dalam UML

Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).

Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan

Pengertian Activity Diagram dalam UML

Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum.
 

Pengertian Class Diagram dalam UML

Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).

Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.

Hubungan Activity Diagram dengan Class Diagram dan Usecase Diagram dalam UML

Hubungan Activity Diagram dengan Class Diagram dalam UML
  •    Activity Diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan implementasi dari metoda-metoda kompleks 
  •   Metoda adalah implementasi dari suatu operasi ketika dipanggil sementara operasi merupakan bagian dari sifat yang terdefinisi dalam suatu class yang menyatakan kepada object apa yang akan dilakukan.

Hubungan Activity Diagram dengan  Usecase Diagram  dalam UML
  • Saat pemodelan Use case, activity diagram digunakan untuk menjelaskan bagaimana tujuan Use Case itu dicapai.
  • Activity diagram menjelaskan pada level workflow dari sejumlah Use Case saat dieksekusi

Pengertian Statechart Diagram dalam UML

Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat dari stimuli yang diterima. 

Pada umumnya statechart diagram menggambarkan class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart diagram). Transisi antar state umumnya memiliki kondisi guard yang merupakan syarat terjadinya transisi yang bersangkutan, dituliskan dalam kurung siku. 
Action ( aktifitas: menjalankan atau membuat state berubah) yang dilakukan sebagai akibat dari event ( penyebab terjadinya perubahan ) tertentu dituliskan dengan diawali garis miring.

26 Mei 2011

Usecase Diagram Sistem Pelacakan ( Lanjutan )

A.    RULE BISNIS
Rule bisnis dari usecase diagram diatas adalah pertama admin melakukan input data kiriman yang telah dilakukan oleh customer. Memasukan nomer resi, data pengirim dan penerima. Admin juda harus melakukan update data kiriman untuk menghindari kesalahan data customer pada tiap kantor cabang. Tentunya customer telah memegang nomer resi dari pengirmian barang tersebut untuk sewaktu-waktu melakukan pelacakan kirimannya sudah sampai tujuan apa belum melalui sms.

B.     OPTIMISTIK DAN PESIMISTIK
1.      Optimistik
Optimistik adalah sesuatu yang alurnya seharusnya sesuai yang direncanakan.
Contohnya:
a.       Karyawan menempelkan ibu jari ke sensor fingerprint.
b.      Sensor fingerprint menerima data sidik jari karyawan.
c.       Memproses data absensi.
d.      Cetak absensi karyawan.
Optimistik dari sistem use case kasus diatas adalah
a.       Admin menginput data kiriman barang dari customer.
b.      Admin melakukan update data kiriman.
c.       Customer mengirim sms sesuai format sms lacak kiriman.
d.      Pesan balasan hasil dari lacak kiriman barang.

2. Pesimistik
     Pesimistik adalah sesuatu yang mengalami kegagalan sistem.
Contohnya: yang harusnya tercetak tetapi gagal cetak.
Pesimistik dari use case diatas adalah ketika admin menginput data kiriman barang customer dan terjadi kesalahan pemasukan nomor barcode sehingga yang harusnya tercetak tidak jadi cetak dan harus melakukan pembatalan input nomer resi.

Usecase Diagram Sistem Pelacakan

USE CASE DIAGRAM

Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem.
Use case diagram dapat digunakan selama proses analisis untuk menagkap requirements sistem dan untuk memahami bagaimana sistem seharusnya bekerja. Selama tahap desain use case diagram menetapkan perulaku (behavior) sistem saat diimplementasikan. Dalam sebuah model mungkin terdapat satu atau beberapa use case diagram.
Contoh kasus use case diagram Sistem Lacak Kiriman Menggunakan SMS Gateway :
Deskripsi Use Case
Use Case
Admin
Pelanggan
Input Data kiriman
Login aplikasi
Menginput kiriman barang  dari kota asal pengiriman

Update status
Mengupdate status pada tiap kantor cabang

Kirim sms

Mengirim sms untuk melacak status kiriman


A.    ANALISIS AKTOR
Berikut ini adalah analisis aktor dari usecase diagram diatas :
1.      Terdapat 2 ( Dua ) aktor dalam sistem pelacakan kiriman tersebut diatas yakni Admin dan Customer.
2.      Dalam sistem lacak kiriman menggunakan sms gateway ini Admin memiliki tugas sebagai berikut :
a.       Input data kiriman yaitu admin harus memasukan data setiap kiriman pelanggan agar tersimpan dalam database.
b.      Update data kiriman yaitu admin harus mengupdate data kiriman terbaru untuk mengantisipasi kesalahan entry data kiriman, sehingga customer dapat mengakses setiap melakukan pelacakan melalui sms.
3.      Dalam sistem ini Customer hanya memiliki satu tugas yaitu mengirim sms sesuai prosedur 
      pengiriman sms.

Usecase Diagram Sistem Penjualan Barang ( Lanjutan )

A.    RULE BISNIS
Rule bisnis dari usecase diagram diatas adalah pertama karyawan melakukan re-stock persediaan untuk pemenuhan stock produksi, kemudian karyawan memberikan harga produk sesuai dengan biaya produksi dan jumlah produksi yang dihasilkan, setelah harga ditentukan harga produk diserahkan kepada manajer dan akan dipelajari apakah harga produk tersebut di setujui atau perlu dilakukan perubahan jika berubah maka manajer dan karyawan bersama-sama menentukan harga produksi yang tepat. Setelah harga telah disetujui karyawan memasangkan harga pada label item produk. Kemudian karyawan menjual produk dengan harga yang telah ditentukan. Produk dijual kepada pelanggan eceran maupun grosir, bisa juga dengan cara promosi melalui iklan dan bisa juga menggunakan media website. Kemudian pelanggan membeli produk yang telah ditawarkan oleh karyawan sesuai dengan harga yang telah ada, setelah itu pengiriman mengirimkan barang kepada pelanggan yang telah memesan maupun membeli secara langsung ke perusahaan. 
B.     OPTIMISTIK DAN PESIMISTIK 1.      Optimistik
1. Optimistik adalah sesuatu yang alurnya seharusnya sesuai yang direncanakan.
Contohnya:
a.       Karyawan menempelkan ibu jari ke sensor fingerprint.
b.      Sensor fingerprint menerima data sidik jari karyawan.
c.       Memproses data absensi.
d.      Cetak absensi karyawan.
Optimistik dari sistem use case kasus diatas adalah
a.       Karyawan melakukan Re-stocck persediaan
b.      Karyawan menentukan harga produk
c.       Manajer menerima harga yang ditawarkan karyawan
d.      Manajer bersama karyawan menentukan harga produk yang paling tepat ( jika perlu )
e.       Karyawan menjual produk
f.       Pelanggan membeli produk yang ditawarkan
g.      Pengiriman mengirimkan / mendistribusikan produk 
2. Pesimistik 
     Pesimistik adalah sesuatu yang mengalami kegagalan sistem.
Contohnya: terjadinya pembatalan atau retur produk
Pesimistik dari use case diatas adalah pelanggan melakukan retur atau pembatalan pemesanan pada saat karyawan telah melakukan entry data pemesanan sehingga terjadi eror karena tidak terdapat usecase retur dimana usecase ini menjelaskan tatacara retur atau produk.

Usecase Diagram Sistem Penjualan Barang

USE CASE DIAGRAM

Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem.
Use case diagram dapat digunakan selama proses analisis untuk menagkap requirements sistem dan untuk memahami bagaimana sistem seharusnya bekerja. Selama tahap desain use case diagram menetapkan perulaku (behavior) sistem saat diimplementasikan. Dalam sebuah model mungkin terdapat satu atau beberapa use case diagram.
Usecase bisnis adalah model yang digunakan menggambarkan proses bisnis organisasi. Dengan kata lain, usecase bisnis memberitahukan tentang aktifitas bisnis utama dan apa saja yang organisasi lakukan.
Diagram Usecase bisnis menunjukkan interaksi antara usecase bisnis,aktor bisnis, dan pekerja bisnis dalam sebuah organisasi.
Contoh kasus use case diagram Sistem Penjualan Barang  :
 
 
Deskripsi Use Case
Use Case
Aktor
Karyawan
Manajer
Pengiriman
Pelanggan
Re-stock persediaan
Melakukan Re-stock persediaan



Menjual Produk
Menjual barang


Membeli produk
Memberi harga produk
Memberi harga barang
Menyetujui dan memutuskan harga produk


Mendistribusikan produk


Mendistribusikan barang ke toko atau grosir
Menerima barang pesanan


A.    ANALISIS AKTOR
Berikut ini adalah analisis aktor dari usecase diagram diatas :
1.      Terdapat 4 ( Dua ) aktor dalam sistem penjualan barang tersebut diatas yakni Karyawan, Manajer, Pengiriman, dan Pelanggan.
2.      Dalam sistem penjualan barang ini dapat dijelaskan tugas dari beberapa aktor dalam sistem diantaranya sebagai berikut :
           I.     Dalam sistem ini karyawan mempunyai tugas sebagai berikut :
a.    Karyawan melakukan re-stock persediaan untuk memenuhi stock dari perusahaan.
b.    Karyawan menjual produk kepada pelanggan eceran maupun grosir, bisa juga dengan cara promosi melalui iklan dan bisa juga menggunakan media website.
c.    Karyawan menentukan harga produk setelah mengkalkulasikan dengan biaya produksi dengan jumlah produk yang di produksi
       II.     Dalam sistem ini Manajer hanya memiliki satu tugas yaitu memberikan harga produk sesuai dengan perkiraan keuntungan yang ingin dicapai dan melihat harga yang ditawarkan oleh karyawan sebagai acuan pemberian harga.
          III.      Dalam sistem ini Manajer hanya memiliki satu tugas yaitu mendistribusikan barang pesanan yang telah dipesan pelanggan maupun yang tidak melalui pesanan 
   IV.     Dalam sistem ini Pelanggan hanya memiliki satu tugas yaitu menerima barang dari distributor dan membeli produk yang ditawarkan maupun memesan langsung ke perusahaan

( bersambung )

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Award Pertama
Photobucket
Langganan Artikel Si Boersan :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Monggo Di Copy Linknya :
Text Link

Banner Link

Komunitas Blogger Indonesia Komunitas Blogwalking