Tampilkan postingan dengan label Wireless. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wireless. Tampilkan semua postingan

29 April 2011

Apa itu Signal Propagation???

Signal Propagation
Sinyal yang meninggalkan antena, maka akan merambat dan menghilang di udara.  Pemilihan antena akan menentukan bagaimana jenis rambatan yang akan terjadi.
Pada 2,4 GHz sangat penting jika kita memasang kedua perangkat pada jalur yang bebas dari halangan. Jika rambatan sinyal terganggu, maka penurunan kwalitas sinyal akan terjadi dan mengganggu komunikasinya.
Pohon, gedung, tanki air, dan tower adalah perangkat yang sering mengganggu rambatan sinyal
Kehilangan daya terbesar dalam sistem wireless adalah Free Space Propagation Loss.
Free Space Loss
dihitung dengan rumus :
FSL(dB) = 32.45 + 20 Log10 F(MHz) + 20 Log10 D(km)
Jadi Free Space Loss pada jarak 1 km yang menggunakan frekwensi 2.4 GHz :
FSL(dB) = 32.45 + 20 Log10 (2400) + 20 Log10 (1)
               =  32.45 + 67.6 + 0
               =  100.05 dB

Tapi kalau menurut saya untuk rumus menghadirkan penafsirsan berbeda karena di belakang Log terdapat angka 10 yang artinya angka 10 tersebut harusnya di kalikan dengan bilangan selanjutnya tetapi jika diliat dari rumus diatas tdk menunjukan seperti itu.
Sehingga rumus yang lumayan tepat dan tidak menjadi salah tafsir adalah :
FSL(dB) = 32.45 + 20 Log F(MHz) + 20 Log D(km)
 

ingat !!! 3 dB rule???

3dB Rule bisa diterapkan secara prak-tis dengan bantuan antena Access Point dengan standar 802.11b mempunyai penguatan 13dB untuk jarak 300 meter, maka kalau kita menggunakan antena 15dB (total 28dB) rumusannya menjadi :
- 13 + 3 dB – jaraknya menjadi 600 meter
- 16 + 3 dB – jaraknya menjadi 1,2 KM
- 19 + 3 dB – jaraknya menjadi 2,4 KM
- 21 + 3 dB – jaraknya menjadi 4,8 KM
- 24 + 3 dB – jaraknya menjadi 9,6 KM
- 1dB dianggap loss ….

Cara menghitung dB ( Desibel ) part 2

Decibels (dB)
Perbandingan daya dalam logaritmik :
dBm adalah nilai 10 log dari sinyal untuk 1 milli Watt
dBW adalah nilai 10 log dari sinyal untuk 1 Watt
Sinyal 100 milli Watt jika dijadikan dBm akan menjadi

21 April 2011

Cara Mengalahkan Interferensi

Beberapa strategi yang biasa digunakan untuk mengalahkan interferensi adalah sebagai berikut,
  1. Gunakan antenna sektoral atau antenna pengarah / narrow beam dengan penguatan tinggi. Biasanya sangat effektif untuk mengurangi interferensi terutama di daerah yang spectrum-nya sangat padat sekali.
  2. Gunakan jalur-jalur yang pendek, jangan berusaha membangun sambungan jarak jauh.
  3. Pilih frekuensi yang tidak banyak digunakan oleh stasiun lain.
  4. Ubah / ganti polarisasi antenna.
  5. Atur azimuth antenna.
  6. Ubah lokasi peralatan / antenna.
Jangan pernah penggunakan amplifier untuk melawan interferensi. Anda hanya akan mengobarkan rasa dengki diantara teman-teman lain jika anda menggunakan amplifier.

Apa Sih Gelombang itu?

Kita semua cukup terbiasa dengan getaran atau osilasi dalam berbagai bentuk – pendulum, pergerakan mengayun di angin, dawai (snar) dari sebuah gitar – semua adalah contoh dari osilasi.
Mereka semua mempunyai hal yang sama, sebuah media atau objek, akan berayun secara periodik, dengan jumlah ayunan / siklus tertentu per satuan waktu. Jenis gelombang ini kadang kala di sebut sebagai gelombang mekanik, karena di bentuk oleh pergerakan dari sebuah objek, atau propagasi di media.
Pada saat ayunan / osilasi bergerak (saat ayunan tidak menetap di sebuah tempat saja) maka kita melihat sebuah propagasi gelombang di ruangan. Sebagai contoh, seorang penyanyi menghasilkan ayunan / osilasi gelombang suara pada pita suara di kerongkongannya. Osilasi gelombang secara periodik mengkompress dan men-dekompres udara, dan secara periodik mengubah tekanan udara yang kemudian meninggalkan mulut si penyanyi dan bergerak, pada kecepatan suara di udara. Contoh lain, batu kita lemparkan ke kolam akan menyebabkan gelombang, yang kemudian bergerak menyebrangi kolam sebagai gelombang.
Sebuah gelombang mempunyai kecepatan, frekuensi dan panjang gelombang. Masing-masing parameter berhubungan melalui hubungan yang sederhana,
Kecepatan = Frekuensi * Panjang Gelombang
Panjang gelombang (biasanya di kenal sebagai lambda, λ) adalah jarak yang di ukur dari satu titik dari sebuah gelombang ke titik yang sama di gelombang selanjutnya. Misalnya, dari puncak gelombang yang satu ke puncak gelombang yang selanjutnya. Frekuensi adalah jumlah dari gelombang yang melalui titik tertentu dalam sebuah perioda waktu. Kecepatan biasanya diukur dalam meter per detik, frekuensi biasanya di ukur dalam getaran per detik (atau Hertz, yang di singkat Hz), dan panjang gelombang biasanya di ukur dalam meter.
Sebagai contoh, sebuah gelombang di air menjalar pada satu meter per detik, dan berosilasi lima kali per detik, maka setiap gelombang adalah dua puluh sentimeter panjangnya.
1 meter/detik = 5 ayunan/detik * W 
W = 1 / 5 meter
W = 0.2 meter = 20 cm
Gelombang mempunyai sebuah parameter yang di sebut amplituda. Amplituda adalah jarak dari pusat gelombang ke puncak tertinggi gelombang, dan dapat di bayangkan sebagai “tinggi” dari gelombang di air.
Gelombang di air sangat mudah untuk di visualisasikan. Jatuhkan sebuah batu ke kolam maka anda akan melihat gelombang akan bergerak di air. Dalam hal gelombang elektromagnet, bagian yang paling sukar untuk di mengerti adalah “Apa yang berayun?”. Untuk dapat mengerti, kita perlu mengerti adanya kekuatan elektromagnet.
Untuk gelombang ini, freluensinya adalah dua ayunan per detik, atau 2 Hz.

Cara menghitung dB ( Desibel )

Teknik terpenting untuk menghitung daya adalah melakukan perhitungan dengan desibel (dB). Tidak ada teori fisika baru dibelakang dB – ini hanyalah cara yang dikembangkan agar proses perhitungan menjadi sangat sederhana.
Desibel adalah sebuah unit tanpa dimensi, yang di defisinikan berupa hubungan antara dua daya yang kita ukur. Desibel di definisikan sebagai:
dB = 10 * Log (P1 / P0) 
dimana P1 dan P0 adalah dua nilai yang akan kita bandingkan. Biasanya dalam kasus yang kita tangani, nilai tersebut adalah daya.
Mengapa desibel menjadikan proses perhitungan menjadi mudah? Banyak fenomena alam terjadi dalam bentuk-bentuk exponensial. Sebagai contoh, telinga manusia akan merasakan suara dua kali suara yang lain jika suara tersebut secara fisik sepuluh kali lebih besar. Contoh lain, yang cukup dekat dengan apa yang kita akan bahas, adalah absorpsi / serapan. Misalnya ada sebuah tembok pada jalur sambungan wireless. Setiap meter dari tembok akan mengambil setengah dari sinyal yang tersedia. Hasil perhitungan akan sebagai berikut:
0 meter = 1 (full signal) 
1 meter = 1/2 
2 meter = 1/4 
3 meter = 1/8 
4 meter = 1/16 
n meter = 1/2^n = 2^-n 
Hal ini merupakan perilaku exponensial.
Jika kita telah mulai terbiasa dengan trik perhitungan menggunakan logaritma (log), maka segala sesuatu-nya akan menjadi lebih mudah, dari pada mengambil pangkat n, kita cukup mengalikan dengan n. Daripada mengalikan nilai, kita cukup menambahkan nilai.
Berikut adalah beberapa nilai yang sering penting untuk di ingat:
 +3 dB = daya dobel 
 -3 dB = daya setengah
+10 dB = daya sepuluh kali lebih besar 
-10 dB = daya seper sepuluh kali lebih kecil
Contoh lain dari unit yang tanpa dimensi adalah persen (%) yang juga digunakan dalam banyak besaran dan angka. Memang hasil pengukuran seperti meter atau gram adalah tetap, tapi unit tanpa dimensi memperlihatkan sebuah hubungan.
Lebih lanjut tentang unit tanpa dimensi dB, ada besaran relatif yang berbasis pada besaran P0 tertentu. Yang sangat relevan dengan apa yang kita akan gunakan adalah:
dBm relatif ke P0 = 1 mW 
dBi relatif ke antenna isotropik yang ideal
Sebuah antenna isotropic adalah sebuah antenna ideal yang mendistribusikan daya secara merata ke segala arah. Antenna isotropic dapat di dekati dengan sebuah dipole, tapi sebuah antenna isotropic tidak mungkin dapat dibuat pada kenyataannya. Sebuah model antenna isotropic sangat bermanfaat untuk menjelaskan penguatan relatif sebuah antenna di dunia nyata.
Sebuah cara yang umum digunakan untuk mengekspresikan daya adalah dalam miliwatt. Berikut adalah equivalen daya yang di ekspresikan dalam miliwatt dan dBm.
   1  mW = 0 dBm 
   2  mW = 3 dBm 
 100  mW = 20 dBm 
   1  W = 30 dBm 

Apa Sih Bandwith itu ??

Kita terkadang biasanya menyebutkan kata bandwith ketika kita hotspotan di suatu tempat. Terkadang kita ngeluh "ini bandwithnya berapa sih lemot banget hotspotnya". Langsung aja sesuai judul postingan saya BANDWITH itu adalah ukuran dari sebuah wilayah / lebar / daerah frekuensi. Jika lebar frekuensi yang digunakan oleh sebuah alat adalah 2.40 GHz sampai 2.48 GHz maka bandwidth yang digunakan adalah 0.08 GHz (atau lebih sering di sebutkan sebagai 80MHz).
Sangat mudah untuk melihat bahwa bandwidth yang kita definisikan berhubungan erat dengan jumlah data yang dapat kita kirimkan di dalamnya – semakin lebar tempat yang tersedia di ruang frekuensi, semakin banyak data yang dapat kita masukan pada sebuah waktu. Istilah bandwidth kadang kala digunakan untuk sesuatu yang seharusnya di sebut sebagai kecepatan data, misalnya “Sambungan Internet saya mempunyai 1Mbps bandwidth”, artinya Internet tersebut dapat mengirimkan data pada kecepatan 1 megabit per detik.

17 April 2011

Setting Keamanan Jaringan Wireless



Wireless atau Wifi Lan, Jaringan yang menggunakan gelombang radio, yang sangat murah dan mudah untuk penggunaannya, bila dibandingkan dengan Jaringan yang menggunakan Kabel. Akan tetapi, Jaringan Wireless ini karena menggunakan gelombang radio ang notabene Kasat Mata, bila tidak kita amankan akan memungkinkan dihack atau kemungkinan di attack dari luar.
Ini adalah beberapa hal terpenting yang harus Anda lakukan demi keamanan atau security Jaringan Wireless yang Anda miliki, minimal mengurangi tingkat kegiatan hacking atau attaking :
1. Ubah Password Default Access Point.
2. Jika memungkinkan, ubah IP default. (beberapa merk Access Point biasanya sudah disertai fasilitas ini).
3. Aktifkan metode enkripsi, gunakan enkripsi WPA dengan Pre Shared Key (WPA-PSK), dan berikan password yang aman. Bisa juga memanfaat enkripsi WPA dengan Temporal Key Integrity Protokol).
4. Matikan fungsi Broadcast SSID, sehingga SSID Anda tidak terdeksi pada proses War Driving.
5. Lindunngi SSID, dengan cara : merubah nama SSID default dengan nama SSID yang tidak mudah ditebak.
6. Gunakan MAC Address Filtering untuk mengurangi kegiatan penyusupan
7. Non Aktifkan DHCP, gunakan IP Static dengan nilai yang jarang diguakan.
8. Gunakan Security tambahan seperti : CaptivePortal atau aplikasi lainnya yang di inject pada firmware Access Point.
9. Access Point Monitoring via Client, ini adalah cara terbaru uuntuk melakukan controlling terhadapa Access Point yang Anda miliki melalui client. Proses ‘IP Block’, ‘Client Resctriction’ dan tentang keamanan lainnya. Salah satu aplikasi yang bias digunakan adalah : Mc Affe Wireless Home Security.

Standarisasi Wifi

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
  • 802.11a
  • 802.11b
  • 802.11g
  • 802.11n
Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi Wi-Fi
Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
Band
Cocok
dengan
802.11b 11 Mb/s 2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s 5 GHz a
802.11g 54 Mb/s 2.4 GHz b, g
802.11n 100 Mb/s 2.4 GHz b, g, n
Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.
Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
  • Channel 1 - 2,412 MHz;
  • Channel 2 - 2,417 MHz;
  • Channel 3 - 2,422 MHz;
  • Channel 4 - 2,427 MHz;
  • Channel 5 - 2,432 MHz;
  • Channel 6 - 2,437 MHz;
  • Channel 7 - 2,442 MHz;
  • Channel 8 - 2,447 MHz;
  • Channel 9 - 2,452 MHz;
  • Channel 10 - 2,457 MHz;
  • Channel 11 - 2,462 MHz
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.
Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.
Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002

Catatan tentang Wireless

KEHILANGAN DAYA 
Pada sistem wireless, ada banyak faktor yang menyebabkan kehilangan kekuatan sinyal, seperti kabel, konektor,
penangkal petir dan lainnya yang akan menyebabkan turunnya unjuk kerja dari radio jika dipasang sembaranganPada radio yang daya-nya rendah seperti 802.11b, setiap dB adalah sangat berarti, dan harus diingat “3 dB Rule”.Setiap kenaikan atau kehilangan 3 dB, kita akan mendapatkan dua kali lipat daya atau kehilangan setengahnya .
-3 dB = 1/2 daya-6 dB = 1/4 daya+3 dB = 2x daya+6 dB = 4x daya
Sumber yang menyebabkan kehilangan daya dalam sistem wireless : free space, kabel, konektor, jumper, hal-hal yang tidak terlihat.
3dB Rule bisa diterapkan secara prak-tis dengan bantuan antenaAccess Point dengan standar 802.11b mempunyai penguatan 13dB untuk jarak 300 meter, maka kalau kita menggunakan antena 15dB (total 28dB) rumusannya menjadi :
13 + 3 dB – jaraknya menjadi 600 meter16 + 3 dB – jaraknya menjadi 1,2 KM19 + 3 dB – jaraknya menjadi 2,4 KM21 + 3 dB – jaraknya menjadi 4,8 KM24 + 3 dB – jaraknya menjadi 9,6 KM1dB dianggap loss ….

MENGENAI KEKUATAN SINYAL :
Signal PropagationSinyal yang meninggalkan antena, maka akan merambat dan menghilang di udara. Pemilihan antena akan menentukan bagaimana jenis rambatan yang akan terjadi. Pada 2,4 GHz sangat penting jika kita memasang kedua perangkat pada jalur yang bebas dari halangan. Jika rambatan sinyal terganggu, maka penurunan kwalitas sinyal akan terjadi dan mengganggu komunikasinya.
Pohon, gedung, tanki air, dan tower adalah perangkat yang sering mengganggu rambatan sinyal Kehilangan daya terbesar dalam sistem wireless adalah Free Space Propagation Loss. Free Space Loss dihitung dengan rumus :
FSL(dB) = 32.45 + 20 Log10 F(MHz) + 20 Log10 D(km)Jadi Free Space Loss pada jarak 1 km yang menggunakan frekwensi 2.4 GHz :FSL(dB) = 32.45 + 20 Log10 (2400) + 20 Log10 (1)= 32.45 + 67.6 + 0= 100.05 dB

MENGENAI ANTENA :Pola Radiasi AntenaParameter umum : main lobe (boresight) half-power beamwidth (HPBW) front-back ratio (F/B) pattern nulls Biasanya, diukur pada dua keadaan : Vector electric field yang mengacu pada E-fieldVector magnetic field yang mengacu pada H-field
POLARISASI 
Polarisasi antena relatif terhadap E-field dari antena.Jika E-field-nya horisontal, maka antenanya Horizontally Polarized.Jika E-field vertikal, maka antenanya Vertically Polarized.Polarisasi apapun yang dipilih, antena pada satu jaringan RF harus memiliki polarisasi yang samaPolarisasi dapat dimanfaatkan untuk :-
Meningkatkan isolasi dari sinyal yang tidak diinginkan (Cross Polarization Discrimination (x-pol) biasanya sekitar 25 dB)- Mengurangi interferensi- Membantu menentukan satu daerah pelayanan tertentu

IMPEDENSI ANTENA : Impedansi yang cocok akan menghasilkan pemindahan daya yang maksimum. Antena juga berfungsi sebagai matching load-nya transmitter (50 Ohms) Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) adalah satuan yang menunjukan sampai dimana antena sesuai (match) dengan jalur transmisi yang dikirimnya.

RETURN LOSS : Return Loss berhubungan dengan VSWR, yaitu mengukur daya dari sinyal yang dipantulkan oleh antena dengan daya yang dikirim ke antena.Semakin besar nilainya (dalam satuan dB), semakin baik. Angka 13.9dB sama dengan VSWR 1,5:1. Return Loss 20dB adalah nilai yang cukup bagus, dan setara dengan VSWR of 1,2:1Perhitungan Untuk Membuat Antenna Sendiri

Rumus yang digunakan oleh Jason Hecker (jason@air.net.au) banyak di ambil dari Bab19 dari ARRL Antenna Handbook (http://www.arrl.org) di mana kita akan melihat cukupbanyak contoh disain antenna helical, termasuk cara mengukur kinerjanya.Rumus antenna helical di ambil dari halaman 19-23 ARRL Antenna Handbook tertera dibawah ini.Ccircumference of windingSaxial length of one turnG = 0.8 to 1.1diameter of ground plane / reflector Ccircumference is pi times the diameter Diameter dari lilitan biasanya tetap, dengan pipa pralon 40 mm maka diameter lilitan adalah :42 mm. Jika frekuensi yang kita gunakan adalah (2.425GHz) maka panjang gelombang = 0.123711 meter.C= 0.13195m= 1.066 Jika kita ukur, ternyata S30 Cout of range. Tapi tampaknya bukan masalah yang fatal.Diameter ground plane G = 1.05 = 0.130mGain dari antenna dalam dBi di definisikan sebagai: Gain = 11.8 + 10log10(C* n * Sdimana n
adalah jumlah lilitan.Gain = 11.8 + 10log10(1.066 * 1.066 * 13 *0.31830)= 18.5dBi Pada tabel di bawah terlihat dengan jelas bahwa gainan tenna akan bertambah dengan menambahkan jumlah lilitan. Kira-kira kenaikan 3dB akan di peroleh dengan men-dobel jumlah lilitan. Kira-kira 13 lilitan pas  untuk panjang pipa 0.55 meter & merupakan kompromi yang baik antara panjang vs. gain.Pada card 801.11 yang banyak dipasaran umumnya kita bisa menset frekuensi yang digunakan sebanyak 11 channel (FCC US).
Oleh karena itu anda mungkin inginmengubah Cuntuk frekuensi tempat kita bekerja. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam antenna adalah lebar beam. Lebar beambiasanya di hitung menggunakan pada saat daya 50%

1 April 2011

Jenis Connector pada Jaringan Wireless

Macam-macam jenis konektor antenna wireless yang sering kita gunakan dalam pembuatan ataupun pengiplementasian suatu antenna. Berikut gambar dan sedikit penjelasan dari beberapa jenis konektor yang sering kita gunakan:

1. N Connector.
N-Female biasanya terdapat pada sebuah antenna, spliter, booster, dll. Sedangkan N-Male biasanya terdapat pada sebuah pigtail (kabel jumper) agar dapat terhubung ke perangkat radio wireless.
 
N - Connector

2. RP-SMA Connector.
RP-SMA Female biasanya terdapat pada perangkat radio wireless pada umumnya dan melekat pada badan radio bagian belakang sederet dengan port LAN atau WAN yang berfungsi sebagai penghubung antara antenna dengan perangkat radio wireless. Sedangakan RP-SMA Male Biasanya terdapat pada antenna omni rubber duck (antenna bawaan radio wireless) dan pada sebuah kabel pigtail (kabel jumper).
   
N- SMA Connector
3.  RP-TNC Connector.
RP-TNC pada dasarnya berfungsi sama dengan N-Connector. Biasanya RP-TNC Female terdapat pada perangkat radio wireless merk dan tipe tertentu seperti senao, linksys, dll.
  
 RP-TNC Connector.
4. MC Connector.
Konektor ini biasanya digunakan/terdapat pada perangkat WLAN PCMCIA laptop (berbentuk papan yang di sisipkan di samping body laptop). Nah bagi yang punya adapter wireless ini dan ingin menambahkan antenna external, silahkan ganti konektro RP-SMA pada pigtail antenna dengan konektor MC Male ini. Hanya saja MC Connector ini agak sulit di temui di pasaran.
  
MC Connector


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Award Pertama
Photobucket
Langganan Artikel Si Boersan :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Monggo Di Copy Linknya :
Text Link

Banner Link

Komunitas Blogger Indonesia Komunitas Blogwalking