21 April 2011

Cara menghitung dB ( Desibel )

Teknik terpenting untuk menghitung daya adalah melakukan perhitungan dengan desibel (dB). Tidak ada teori fisika baru dibelakang dB – ini hanyalah cara yang dikembangkan agar proses perhitungan menjadi sangat sederhana.
Desibel adalah sebuah unit tanpa dimensi, yang di defisinikan berupa hubungan antara dua daya yang kita ukur. Desibel di definisikan sebagai:
dB = 10 * Log (P1 / P0) 
dimana P1 dan P0 adalah dua nilai yang akan kita bandingkan. Biasanya dalam kasus yang kita tangani, nilai tersebut adalah daya.
Mengapa desibel menjadikan proses perhitungan menjadi mudah? Banyak fenomena alam terjadi dalam bentuk-bentuk exponensial. Sebagai contoh, telinga manusia akan merasakan suara dua kali suara yang lain jika suara tersebut secara fisik sepuluh kali lebih besar. Contoh lain, yang cukup dekat dengan apa yang kita akan bahas, adalah absorpsi / serapan. Misalnya ada sebuah tembok pada jalur sambungan wireless. Setiap meter dari tembok akan mengambil setengah dari sinyal yang tersedia. Hasil perhitungan akan sebagai berikut:
0 meter = 1 (full signal) 
1 meter = 1/2 
2 meter = 1/4 
3 meter = 1/8 
4 meter = 1/16 
n meter = 1/2^n = 2^-n 
Hal ini merupakan perilaku exponensial.
Jika kita telah mulai terbiasa dengan trik perhitungan menggunakan logaritma (log), maka segala sesuatu-nya akan menjadi lebih mudah, dari pada mengambil pangkat n, kita cukup mengalikan dengan n. Daripada mengalikan nilai, kita cukup menambahkan nilai.
Berikut adalah beberapa nilai yang sering penting untuk di ingat:
 +3 dB = daya dobel 
 -3 dB = daya setengah
+10 dB = daya sepuluh kali lebih besar 
-10 dB = daya seper sepuluh kali lebih kecil
Contoh lain dari unit yang tanpa dimensi adalah persen (%) yang juga digunakan dalam banyak besaran dan angka. Memang hasil pengukuran seperti meter atau gram adalah tetap, tapi unit tanpa dimensi memperlihatkan sebuah hubungan.
Lebih lanjut tentang unit tanpa dimensi dB, ada besaran relatif yang berbasis pada besaran P0 tertentu. Yang sangat relevan dengan apa yang kita akan gunakan adalah:
dBm relatif ke P0 = 1 mW 
dBi relatif ke antenna isotropik yang ideal
Sebuah antenna isotropic adalah sebuah antenna ideal yang mendistribusikan daya secara merata ke segala arah. Antenna isotropic dapat di dekati dengan sebuah dipole, tapi sebuah antenna isotropic tidak mungkin dapat dibuat pada kenyataannya. Sebuah model antenna isotropic sangat bermanfaat untuk menjelaskan penguatan relatif sebuah antenna di dunia nyata.
Sebuah cara yang umum digunakan untuk mengekspresikan daya adalah dalam miliwatt. Berikut adalah equivalen daya yang di ekspresikan dalam miliwatt dan dBm.
   1  mW = 0 dBm 
   2  mW = 3 dBm 
 100  mW = 20 dBm 
   1  W = 30 dBm 

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan TInggalkan Komentar Anda di Blog Saya..
No SPAM and No PORN...
Terimakasih Telah meninggalkan Jejak Anda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Award Pertama
Photobucket
Langganan Artikel Si Boersan :

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Monggo Di Copy Linknya :
Text Link

Banner Link

Komunitas Blogger Indonesia Komunitas Blogwalking